1. Ambitus Suara Anak-Anak
Setiap manusia mempunyai vocal yang
berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh alat pembentuk suara manusia yang berbeda
bentuk dan kemampuannya. Batas wilayah nada yang dapat dicapai (disuarakan)
oleh seseorang disebut ambitus suara. Menurut ambitusnya, jenis suara manusia
dapat digolongkan menjadi :
1.
Suara
anak – anak
Suara anak – anak terdiri dari 2 jenis :
1.
Jenis
suara tinggi dengan wilayah nada c’ – f”
2.
Jenis
suara rendah dengan wilayah nada a – d”
2. Suara orang dewasa
- Suara wanita dewasa,terdiri dari 3 jenis
:
1. Jenis suara tinggi
(Sopran) dengan wilayah nada c’ – a”
2. Jenis suara sedang
(Mezzo Sopran) dengn wilayah nada a – f”
3. Jenis suara rendah
(Alto) dengan wilayah nada f – d”
- Suara pria dewasa, terdiri dari 3 jenis :
1. Jenis suara tinggi
(Tenor) dengan wilayah nada C – a’
2. Jenis suara sedang
(Baritone) dengan wilayah nada A – f’
3. Jenis suara rendah
(Bass) dengan wilayah nada F – d’
2.
Musik Tradisional
Musik tradisional
adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun – temurun,dan dipertahankan
sebagai sarana hiburan. Musik tradisional juga adalah musik yang berkembang
secara tradisional di kalangan suku – suku tertentu.
3.
Musik Tradisional Sunda
Musik tradisional sunda adalah musik
yang bersifat khas dan mencerminkan kebudayaan etnis masyarakat sunda. Musik
tradisional sunda juga dapat dikatakan sebagai cetusan ekspresi perasaan
melalui nada/suara dari alat musik khas sunda sehingga mengandung lagu/irama sunda
yang diwariskan secara turun-temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
4.
Karawitan, Waditra, dan Nayaga
Karawitan
adalah seni suara daerah baik vokal atau instrumental yang mempunyai
klarifikasi dan perkembangan dari daerahnya itu sendiri.
Ø Karawitan
Sekar (merupakan salah satu bentuk kesenian yang dalam penyajiannya lebih
mengutamakan terhadap unsur vokal atau suara manusia. Karawitan sekar sangat
mementingkan unsur vokal.)
Ø
Karawitan Gending (merupakan salah satu
bentuk kesenian yang dalam penyajiannya lebih
mengutamakan terhadap unsure instrumental / alat musik.)
Ø
Karawitan Sekar Gending (salah satu
bentuk kesenian yang dalam penyajiannya terdapat unsur gabunganantara karawitan sekar dan karawitan
gending, dan yang sama – sama mengutamakan unsur vokal dan instrumental / alat
musiknya.)
Waditra
adalah alat – alat musik khas sunda.
Nayaga
adalah istilah pedalangan yang berarti sekumpulan orang/sekelompok yang
mempunyai keahlian khusus menabuh gamelan, terutama mengiringi ki Dalang dalam
pertunjukan wayang. Nayaga juga berarti pangrawit, panabuh, yang berjumlah
antara 15 – 30 orang. Nayaga ini biasanya terdiri dari pria yang berusia 17
hingga 50 tahun atau lebih.
5. Pentatonis
Pentatonis
adalah musik yang menggunakan 5 nada dalam satu oktafnya. Contohnya adalah
gamelan jawa, menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 (ji,ro,lu,ma,nem) dan laras slendro
1 2 3 4 5 6 7 (ji,ro,lu,pat,ma,nem,pi) untuk laras pelog. Pentatonis berasal
dari penta (lima) dan tonis (nada). Tangga nada pentatonis ini dibentuk dengan
mengurangkan nada keempat dan ketujuh. Dari struktur oktaf 8 nada. Pentatonis
sebenarnya kebanyakan digunakan untuk musik modern maupun tradisional
diberbagai Negara di dunia ini. Seperti China,Jepang dan Indonesia.
6.
Perbedaan
Pelog, Salendro, Madenda
Pelog
adalah satu dari dua skala (tangga nada) yang esensial dipakai dalam musik gamelan asli dari Bali dan Jawa di Indonesia. Skala pelog dapat dibuat dengan
cara merangkaikan interval sempurna
keempat dengan
interval yang cukup lebar, sekitar 515 sampai 535 sen. Interval ini berada pada jarak yang ekstrem yang dapat
didengar sebagai interval keempat.Berbeda dengan pelog, Sléndro
atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala
dari gamelan
musik. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog
ataupun skala yang lain, karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat
yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.
Berbeda dengan keduanya, madenda
adalah suatu laras, laras madenda terdiri dari beberapa ukuran surupan. Ukuran
surupan dalam istilah music dikenal dengan istilah nada dasar. Ukuran surupan
madenda adalah Medenda 4 (ti) = Panelu dan 4 (ti) = Tugu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar